Januari 27, 2023

Para investor atau penanam saham kerap membeli saham dengan harga yang relatif murah. Hal ini bertujuan untuk memperoleh banyak keuntungan saat harganya melonjak begitu ia membelinya. Sayangnya, banyak dari mereka yang menilai murah dan mahalnya harga dari nominalnya saja tanpa menghitungnya dengan rumus. Berikut 5 rumus mudah yang bisa digunakan.

5 Jenis Rumus Mudah Menghitung Harga dari Saham

  1. Price to Book Value Ratio atau PBV

Jenis rumus ini merupakan salah satu rasio yang terkenal dengan kemudahannya dalam menentukan harga dari saham yang beredar. Nilai perusahaan ini tercantum pada laporan keuangan atau disebut dengan Balance Sheet yang dihitung dengan mengurangkan kewajiban perusahaan dari asetnya dimana Nilai Buku = Aktiva – Kewajiban.

Dapat dikatakan bahwa rasio ini menunjukkan apa saja yang bisa diperoleh dari pemegang saham setelah perusahaannya terjuan dan hutangnya terlunasi. Pada umumnya, apabila nilai BPVS di atas 1, maka dapat disimpulkan  bahwa harga sahamnya tergolong mahal dan begitu juga sebaliknya. Jadi, rumus dari rasio ini Price to Book Value = Nilai Harga per Lembar Saham / Nilai Buku per lembar Saham

  1. Price to Earnings Ratio atau PER

Jenis rasio PER ini yaitu rasio yang diukur dari harga saham saat ini terhadap EPS atau pendapatan per sahamnya. Apabila nilai rasionya lebih tinggi, maka pasar bersedia membayar lebih terhadap laba bersihnya dan memiliki harapan yang tinggi terhadap masa depan perusahaan. Rumus dari rasio nya yaitu Price to Earnings Ratio (PER) =  harga saham : laba per saham.

Biasanya para investor serta analisis menggunakan PER atau Price to Earnings Ratio untuk menentukan nilai relatif dari saham perusahaan dengan perbandingan. Selain itu, ia juga bisa digunakan untuk membandingkan perusahaan dengan sejarahnya atau pasar agregat dari satu sama lain atau dari waktu ke waktu.

  1. Price Earning Growth Ratio atau PEG

Rasion ini dapat dihitung dengan nilai saham berdasarkan pendapatan sekarang dan potensi pertumbuhannya di masa depan. Dapat dikatakan bahwa rasio ini untuk mengetahui apakah sahamnya berada di atas atau di bawah harga. Semakin rendah hasil rasio PEG, maka peluang harga saham semakin naik di masa depan. Rumusnya yaitu PEG = PER : Pertumbuhan EPS Tahunan.

Pada umumnya, para analis dan investor menggunakan PEG untuk mengetahui apakah saham dari suatu perusahaan berada di atas atau di bawah harga. Hal ini dengan pertimbangan pendapat saat ini dan tingkat pertumbuhan yang akan diraih oleh perusahaan pada masa depan nantinya.

  1. Dividend Yield

Pada dasarnya, nilai yang didapatkan dari menggunakan metode ini merupakan ukuran nilai uang yang didapatkan dari dividen atau pengembalian investasi untuk saham. Semakin tinggi nilainya, maka saham tersebut semakin menarik. Rumusnya yaitu Dividend Yield = (Dividen per lembar saham tahunan : nilai Pasar per lembar Saham) x 100

  1. Return on Equity atau ROE

Metode ROE ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba dari nilai investasi sahamnya. Nilai inilah yang menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengelola tambahan modalnya dengan baik. Jadi, keuntungan bida didapatkan meskipun membeli saham yang tinggi. Rumusnya yaitu ROE = Laba bersih setelah dikurang pajak : Total ekuitas.

Jenis rumus harga saham memang ada berbagai macam dan memiliki fungsi tersendiri. Anda dapat memilih untuk menggunakan suatu rumus sesuai dengan kebutuhan anda dalam menanam saham agar tidak terjadi kesalahan hingga kerugian. Untuk mengetahui tips selanjutnya mengenai hal investasi, anda dapat mengunjungi analisatrade.com segera.